Cari Artikel di Sini

Aturan Cuti Tahunan PNS: Jumlah, Ketentuan, dan Informasi Lain

GAJIBARU.COM - Setelah diterbitkan peraturan Cuti PNS terbaru, maka ada ketentuan baru mengenai jumlah cuti tahunan PNS serta batas maksimal cuti PNS tahun sebelumnya yang diakui di tahun ini.

Cuti Tahunan PNS sebagaimana kita ketahui, merupakan salah satu jenis cuti yang diatur di dalam PP Nomor 11 Tahun 2017 dan Perka BKN Nomor 24 Tahun 2017.

Pengertian Cuti sendiri adalah keadaan tidak masuk kerja yang diizinkan dalam jangka waktu tertentu.

Sedangkan cuti tahunan PNS adalah hak cuti PNS yang diberikan setiap tahunnya dengan jatah hari tertentu.

Ketentuan mengenai Cuti Tahunan PNS ini telah diatur secara detail dalam Perka BKN 24/2017.

Ketentuan Aturan Cuti Tahunan PNS Terbaru


Barangkali Anda belum sempat membaca aturan cuti PNS terbaru, pada kesempatan kali ini gajibaru.com akan menyampaikan ringkasan Perka BKN Nomor 24 Tahun 2017 berikut penjelasannya mengenai cuti tahunan.

cuti tahunan pns

Siapa yang berhak atas Cuti Tahunan PNS?


Yang bisa mengajukan cuti tahunan adalah PNS dan Calon PNS yang telah bekerja paling kurang 1 tahun secara terus menerus.

Dengan demikian, jika lama kerja belum sampai 1 tahun, atau kurang dari 1 tahun, belum berhak atas cuti tahunan.

Berapa Jumlah Cuti Tahunan PNS Tahun 2018, 2019, 2020, dst?


Sesuai dengan PP 11 2017, hak cuti tahunan PNS diberikan selama 12 hari kerja, tanpa dipotong cuti bersama.

Jadi, meskipun ada cuti bersama, cuti tahunan tetap diberikan selama 12 hari dalam satu tahun.

Cuti tahunan bisa diberikan meskipun cuma 1 hari, jadi gak harus 3 hari.

Bisakah cuti tahunan ditambahkan lebih dari 12 hari?


Menurut Perka BKN 24/2017, disebutkan sebagai berikut:
Dalam hal hak atas cuti tahunan yang akan digunakan di tempat yang sulit perhubungannya maka jangka waktu cuti tahunan tersebut dapat ditambah untuk paling lama 12 hari kalender (bukan 12 hari kerja).
Jadi, jika lokasi Anda sulit perhubungannya, maka cuti Anda bisa ditambahkan maksimal selama 12 hari kalender.

Bagaimana kalau cuti tahunan saya tidak pernah diambil?


Misalkan saja jatah cuti tahunan PNS 2018 12 hari kerja. Lalu selama tahun 2018, Anda tidak mengambil hak cuti tahunan Anda. Berapa jatah cuti tahunan Anda di tahun 2019.

Jatah cuti tahunan PNS Anda di tahun 2019 adalah 18 hari kerja, bukan 24 hari kerja, jadi 6 hari cuti Anda hangus.

Bagaimana kalau 2018 dan 2019 tidak ambil cuti tahunan, lalu berapa jatah cuti tahunan di tahun 2020?

Jika dua tahun tidak mengambil jatah cuti tahunan, maka cuti tahun 2020 Anda maksimal dapat 24 hari kerja termasuk cuti tahunan tahun 2020.

Bagaimana kalau cuti tahun 2018 cuma ambil 3 hari, cuti tahunan 2019 dapat berapa hari?

Sama saja dengan tidak mengambil cuti, jatah maksimal cuti tahun 2019 adalah 18 hari kerja sudah termasuk cuti tahun 2019.

Cuti tahunan PNS Guru


PNS yang menduduki jabatan guru pada sekolah dan jabatan dosen pada perguruan tinggi yang mendapat liburan menurut peraturan perundang-undangan, disamakan dengan PNS yang
telah menggunakan hak cuti tahunan.

Jadi gak dapat hak cuti tahunan PNS lagi.

Prosedur pengajuan cuti tahunan PNS


Untuk menggunakan hak atas cuti tahunan , PNS atau CPNS yang bersangkutan mengajukan permintaan secara tertulis kepada Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti.

Berdasarkan permintaan secara tertulis tersebut, Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti memberikan cuti tahunan kepada PNS atau Calon PNS yang bersangkutan.

Permintaan dan pemberian cuti dibuat menurut contoh dengan menggunakan formulir sebagaimana tercantum dalam Lampiran l.b Perka BKN Nomor 24 Tahun 2017.

Kesimpulan


Jumlah Cuti Tahunan PNS tahun 2018, 2019, 2020 dst adalah sebanyak 12 hari kerja. Jika satu tahun tidak diambil, tahun berikutnya jatahnya 18 hari kerja, dan jika 2 tahun berturut-turut tidak diambil, jatahnya 24 hari kerja.

Ketentuan lebih lanjut mengenai cuti silakan baca Peraturan Cuti PNS terbaru.

Demikian informasi singkat mengenai Aturan Cuti Tahunan PNS. Silakan dishare jika informasi ini bermanfaat. Baca Juga: Untuk PNS yang Cuti Besar, Apakah tetap Menerima Tunjangan Fungsional?