Apa Saja Hak Ahli Waris PNS Yang Meninggal Dunia?

Apa saja Hak Ahli Waris PNS yang meninggal dunia? Mungkin itu adalah pertanyaan sebagian orang yang mempunyai suami, istri, atau orang tua yang bekerja sebagai PNS. Setiap ahli waris PNS wajib mengetahui hal ini.

Kematian adalah hal yang pasti dan tidak mungkin dapat dihindari. Kematian adalah misteri Ilahi dan pasti akan menimpa siapa saja, termasuk seorang PNS. Terkait dengan kematian ini, pemerintah telah memperhatikan nasib ahli waris yang ditinggalkan.

Sebelum membahas mengenai hak ahli waris jika ada PNS yang meninggal dunia, perlu dibedakan terlebih dahulu jenis kematiannya.

Di dalam dunia PNS ada dua jenis kematian yaitu Wafat dan Tewas. Keduanya memang secara bahasa merupakan sinonim, tapi dampak dari kedua istilah tersebut sangat berbeda terkait dengan asuransi sosial yang akan diterimanya.

Jika seorang PNS meninggal biasa, misal karena sakit yang bukan karena dinas, kecelakaan pada saat sedang jalan-jalan, kematian PNS tersebut dinamakan wafat.

Sedangkan jika PNS meninggal karena kecelakaan saat sedang dinas, atau menderita penyakit karena dinas lalu meninggal, maka kematian PNS tersebut dinamakan Tewas, dan tentu saja ada tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk diterbitkan SK Tewas.

Pada kesempatan kali ini akan saya tuliskan kasus jika seorang PNS meninggal dengan kriteria Wafat, bukan Tewas.

Hak PNS Yang Meninggal Dunia

Dasar Hukum

Dasar Hukum yang berkaitan dengan PNS yang meninggal di antaranya adalah:
  1. UU Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Juda Pegawai.
  2. UU Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun.
  3. UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.
  4. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian berikut UU Perubahannya.
  5. PP Nomor 25 Tahun 1981 tentang Asuransi Sosial PNS. 
  6. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 500/KMK.06/2004 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 478/KMK.06/2002 tentang Persyaratan dan Besar Manfaat Tabungan Hari Tua Bagi Pegawai Negeri Sipil.
  7. PP Nomor 70 Tahun 2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi Pegawai ASN.
  8. Surat Edaran Dirjen Anggaran Nomor SE-90/A/1989 tanggal 26 Juli 1989 mengenai Gaji Terusan.

Hak Ahli Waris saat PNS Meninggal Dunia

Jika anda seorang duda/janda/anak dari seorang PNS, dan kebetulan anda mendapat musibah dengan meninggalnya istri/suami/orang tua anda, maka penting bagi anda untuk mengetahui apa saja hak-hak anda setelah ia meninggal dunia.

Adapun hak bagi duda/janda/anak PNS yang ditinggal mati oleh istri/suami/orang tuanya berhak untuk mendapatkan:
  1. Gaji Terusan.
  2. Jaminan Kematian.
  3. Asuransi Kematian/Askem (THT).
  4. Asuransi Dwiguna (THT). 
  5. Pensiun Janda/Duda/Anak.
  6. Pengembalian Uang Taperum PNS

1. Gaji Terusan

Setelah PNS meninggal dunia, jika ia meninggalkan seorang suami/istri (duda/janda) atau anak/orang tua, maka duda/janda/anak/orang tua PNS yang meninggal dunia (wafat) berhak mendapatkan gaji terusan selama 4 bulan berturut-turut sebesar penghasilan terakhir sebelum ia meninggal dunia.

Gaji terusan diberikan bulan berikutnya setelah bulan PNS tersebut meninggal dunia.

Sebagai contoh, PNS meninggal dunia pada tanggal 7 April 2016, maka gaji terusan diberikan selama 4 bulan berturut-turut mulai bulan Mei s.d. Agustus 2016.

Bulan September 2016, tidak diberikan gaji terusan lagi karena mulai September 2016 duda/janda/anak PNS tersebut akan menerima Pensiun pertamanya.

Gaji Terusan besarnya sama dengan gaji induk terakhir, hanya saja tidak dipotong IWP yang 10%. Gaji terusan hanya dikenakan potongan 2% untuk asuransi kesehatan.
Gaji Terusan dibayarkan ke rekening Bendahara Pengeluaran, bukan ke Rekening PNS yang bersangkutan, karena sudah meninggal

2. Jaminan Kematian (JKM)

Sesuai dengan PP Nomor 70 Tahun 2015 tentang JKK dan JKM bagi Pegawai ASN, jika ada PNS yang meninggal dunia (wafat), maka ahli warisnya berhak untuk mendapatkan Jaminan Kematian berupa:
  1. santunan sekaligus sebesar Rp15.000.000,-.
  2. uang duka wafat (UDW) sebesar tiga kali gaji pokok terakhir,-.
  3. biaya pemakaman sebesar Rp7.500.000,-.
  4. bantuan beasiswa sebesar Rp15.000.000,- setelah kepesertaan mencapai minimal 3 tahun (kepesertaan terhitung mulai 1 Juli 2015 bagi PNS yang diangkat sebelum 1 Juli 2015).

Bantuan beasiswa diberikan kepada 1 orang anak dengan ketentuan hampir sama seperti pada pembayaran tunjangan anak yaitu:
  1. masih sekolah atau kuliah;
  2. berusia paling tinggi 25 tahun;
  3. belum pernah menikah; dan
  4. belum bekerja.

Bantuan beasiswa ini diberikan paling cepat pada tahun 2018 nanti setelah 3 tahun dari 1 Juli 2015.

Urutan ahli waris yang berhak mendapatkan JKM adalah:
  1. Istri/suami yang sah.
  2. Jika tidak ada istri/suami yang sah maka diberikan kepada anak.
  3. Jika tidak ada anak, maka orang tua.
Pengajuan Jaminan Kematian, termasuk UDW, diajukan oleh ahli waris ke PT Taspen, bukan ke Kantor PNS tersebut bekerja.

3. Asuransi Kematian (Askem).

Sesuai dengan KMK Nomor 478/KMK.06/2002, bahwa hak peserta Program Tabungan Hari Tua (THT) bagi PNS yang meninggal dunia adalah:
  • Manfaat Asuransi Dwiguna; dan
  • Manfaat Asuransi Kematian (Askem).

Jika PNS meninggal dunia, Asuransi Kematian dibayarkan sebesar 2 x Penghasilan terakhir (Gaji Pokok + Tunjangan Istri/Suami + Tunjangan Anak).

Sebagai contoh, seorang PNS Golongan III a, masa kerja golongan 3 tahun, punya seorang istri dan seorang anak meninggal dunia pada 6 April 2016. Berapa besar asuransi kematian yang dibayarkan?

Pertama-tama lihat Gaji Pokok PNS yang bersangkutan di PP Nomor 30 Tahun 2015 untuk gaji pokok PNS Tahun 2015 dan 2016.

Dari tabel gaji pokok PNS tersebut dapat dilihat bahwa gaji pokok PNS Gol III a dengan MKG 3 tahun adalah Rp2.534.000,-.

Dengan demikian, dapat dihitung penghasilan terakhir PNS yang bersangkutan adalah:
  1. Gaji Pokok          = Rp2.534.000,-.
  2. Tunjangan Istri     = Rp253.400 (10% x Gaji Pokok)
  3. Tunjangan Anak   = Rp50.680,- (2% x Gaji Pokok)
Total Penghasilan terakhir = Rp2.838.080,-.

Sehingga Asuransi Kematian yang dibayarkan = 2 x penghasilan terakhir = Rp5.676.160,-.

4. Asuransi Dwiguna

PNS yang meninggal dunia juga berhak atas Asuransi Dwiguna (Tabungan Hari Tua) yang dibayarkan kepada ahli warisnya. Rumus perhitungan Asuransi Dwiguna adalah:
Asuransi Dwiguna = {0,60 x Y1 x P1} + {0,60 x Y2 x (P2-P1)}
Di mana:
  1. Y1 = selisih antara batas usia pensiun 58 tahun dengan usia Peserta pada saat mulai menjadi Peserta.
  2. P1 = penghasilan terakhir sebulan sesaat sebelum berhenti sebagai PNS, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1997 tentang Peraturan Gaji Pokok PNS, yang terdiri dari Gaji Pokok, Tunjangan Isteri, dan Tunjangan Anak.
  3. Y2 = selisih antara batas usia pensiun 58 tahun dengan usia Peserta pada tanggal 1 Januari 2001.
  4. P2 = penghasilan terakhir sebulan sesaat sebelum Peserta berhenti sebagai PNS, yang menjadi dasar potongan iuran, terdiri dari Gaji Pokok, Tunjangan Isteri, dan Tunjangan Anak.

Untuk perkiraan pastinya, tidak usah repot-repot menghitung dengan rumus di atas karena sudah ada estimasi hak THT Asuransi Dwiguna dari website Taspen.

5. Pensiun Bulanan

Seorang PNS yang meninggal dunia, berapapun masa kerjanya, berhak atas pensiun yang diberikan kepada ahli warisnya.

Untuk pensiun janda/duda, besaran pensiun pokoknya adalah 36% dari dasar pensiun (gaji pokok sesuai dengan PP tentang Penggajian PNS).

Jika PNS meninggal tidak meninggalkan janda/duda, maka pensiun janda/duda diberikan kepada anak/anak-anaknya yang memenuhi syarat.

Selanjutnya, jika tidak meninggalkan janda/duda/anak, maka pensiun janda/duda diberikan kepada orang tuanya dengan besaran 20% x 36% x dasar pensiun.

6. Pengembalian Uang Taperum PNS

Jika PNS yang meninggal dunia, semasa hidupnya belum pernah mengajukan Uang Muka Perumahan atau Bantuan Uang Muka Perumahan ke Bapertarum PNS, maka pada saat pensiun, oleh PT Taspen dibayarkan juga Iuran Taperum yang selama ini dibayarkan oleh PNS yang bersangkutan tiap bulannya, yang dipotong dari gaji bulanan.

Jadi Taperum PNS ini tidak dimintakan lagi ke Bank seperti BRI, tapi Taperum ini dibayarkan sekaligus pada saat pengajuan JKM, THT, dan juga Taperum itu sendiri.

Demikianlah informasi singkat mengenai hak-hak ahli waris saat seorang PNS meninggal dunia (wafat). Silakan dishare jika informasi ini bermanfaat. Mudah-mudahan bisa mencerahkan Bapak/Ibu sekalian.

31 Responses to "Apa Saja Hak Ahli Waris PNS Yang Meninggal Dunia?"

  1. ayah saya pensiun 6 tahun yl...meninggal tgl 4 juni 2016...kemarin sdh dapat..uang duka dan asuransi...apakah masih dapat hak lainnya...trima kasih mohon pencerahannya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk pensiunan, sepertinya itu saja yang didapat. Tinggal urus pensiun jandanya

      Delete
  2. Saya uda mnrma uang tht tgl 2 des kmrn tp uang duka bapak saya blm trima..brpa lama ya proses nya biasa nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak lama kok. Dari Taspen yang membayar. Pengalaman kemarin sih 1-2 minggu sudah cair.

      Delete
  3. mhn info, tmn sy suami istri PNS, dgn status suami ditanggung istri. kmrn istrinya meninggal krn kecelakaan lalulintas, ini trgolong wafat atau tewas ya? dan apa berhak mengajukan klaim uang duka dari kantor suami selain jg dr kantor almarhum?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau kecelakaan karena sedang menjalankan tugas, maka tergolong tewas. Tapi kalau kecelakaan tidak terkait dengan tugas, bukan tewas.

      uang duka diajukan ke taspen, biasanya diurusin sama kantor pegawai ybs. Dalam hal ini kantor si istri yang meninggal. Silakan koordinasi dengan kantornya, jangan sampai gak keurus.

      Delete
  4. ibu saya seorang pensiunan pns, wafat tanggal 31 desember kemarin dan diwariskan ke ayah saya. usia saya saat ibu meninggal 25 tahun. baru lulus kuliah dan belum bekerja.

    pertanyaan nya :

    1. apa kami dapat JKM dari poin 1-4?
    2. apa kami juga dapat ASKEM dan Asuransi dwiguna?

    kebetulan saya baru mengurus kematian di Taspen nya hari ini.

    terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. JKM untuk pensiun gak ada ketentuan.


      Untuk pensiunan ketentuan lebih lengkap saya belum baca sepenuhnya, nanti saya pelajari lagi.

      Delete
  5. ibu saya pensiunan, wafat 31 desember 2016. saat ibu wafat usia saya 25 tahun, sudah lulus kuliah namun belum bekerja.

    yg saya mau tanyakan, apa saya dapat bantuan beasiswa juga? apakah ahli waris juga mendapat uang pemakaman dan santunan langsung?

    terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pensiunan, gak ada ketentuan di atas. Gak ada beasiswa, santunan, dll

      Delete
  6. Mohon info,,,jika ada seorang janda yg punya 2 anak.Mantan suaminya tewas dalam bertugas, ketika janda itu menikah lagi, apakah tunjangan dia dan 2 orang anaknya masih diberikan.
    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau si janda menikah lagi, si janda gak berhak atas pensiun

      Delete
  7. Bapak saya meninggal bulan agustus lalu, namun saya dapat info cuma mengurus uang terusan (sudah terima 4 bulan) uang jaminan kematian(sudah keluar) untuk taspen masih proses, namun untuk hak2 di bawah ini saya belum infonya bagaimana cara mengeceknya?apa langsung jadi 1 dengan taspen.thx

    Asuransi Kematian/Askem (THT).
    Asuransi Dwiguna (THT).
    Pensiun Janda/Duda/Anak.
    Pengembalian Uang Taperum PN

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setelah dapat gaji terusan 4 bulan, selanjutnya ahli waris dapat pensiun (janda/duda/anak, tergantung mana yang masih ada).

      Askem dan DWIGUNA juga berhak. Jangan lupa juga ajukan pengembalian uang Taperum kalau belum pernah manfaatin Taperum.

      Koordinasikan dengan Taspen, apakah sudah diajukan apa belum

      Delete
  8. Min tanya donk
    Gw udah terima gaji terusan selama 4 bulan trus mau ngurus pensiun pertama apa2 aja yg harus di siapin
    Thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya sudah diurusin sama kantor. Coba koordinasi sama kantornya

      Delete
  9. Mau tanya . bapa saya seorang anggota DPRD dan saat menjalankan tugasnya beliau meninggal pada bulan desember kemaren tanggal 21 desember. Apa saja yang di dapat dari pemerintah atas kematian bapa saya? Tolong uraikan sejelas mungkin yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2006 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan
      Rakyat Daerah:

      Pimpinan dan Anggota DPRD juga mendapatkan hak keuangan berupa Uang Duka sebagai berikut:
      1) Dalam hal Pimpinan atau Anggota DPRD meninggal dunia tidak dalam menjalankan tugas, kepada ahli waris diberikan uang duka sebesar 2 (dua) kali
      uang representasi;
      2) Dalam hal Pimpinan atau Anggota DPRD meninggal dunia dalam menjalankan
      tugas, kepada ahli waris diberikan uang duka sebesar 6 (enam) kali uang representasi;
      3) Selain uang duka, kepada ahli waris diberikan bantuan pengurusan jenazah.

      Delete
  10. jikq suami pns, istri mendapatkan tunjangan,, jika istri nya kemudian meninggal apakah ada uang duka nya? persyaratan yang diajukan apakah sama dengan pns lain nya?
    trims jawaban nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon maaf saya belum paham pertanyaan. Mungkin perlu ditambahkan lagi, suami pns, istri pns atau bukan? siapa yang meninggal, istri saja atau suaminya juga. Mana yang duluan.

      Delete
  11. tanya :
    jika suami meninggal, istri mendapat tunjangan.. jika istri meninggal semua anak nya sudah menikah. dapat uang duka kah? syarat untuk mengurus nya sama dengan pns nya? sedangkan istri sudah meninggal dari setahun yang lalu..

    ReplyDelete
  12. Mau Tanya, kakek saya pensiun tahun 1994, meninggal bulan desember 2016,Apa saja yang di dapat dari taspen atas kematian kakek saya? Tolong uraikan sejelas mungkin yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk pensiun saya belum baca peraturan lagi. Setau saya: dapat asuransi kematian, pensiun beralih ke istrinya jika masih ada

      Delete
  13. Ijin bertanya, jika sekiranya pns tsb telah bercerai dg suaminya (J/1), dan secara hukum mantan suaminya tersebut dianggap tidak mampu (dibawah pengampuan), apakah pada saat pns tsb meninggal, si anak dapat menerima pensiun, sedangkan usianya baru 17 tahun. Apakah yang dimaksud memenuhi syarat bagi si anak? Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. perempuan pns, sudah cerai dengan suami. saat pns meninggal, si anak dapat warisan karena belum berusia 21 tahun dan belum menikah/belum bekerja.

      Delete
  14. Bagaimana cara mrngajukan gaji terusan? Dimana? Syarat nya apa??
    Terimakasih admin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gaji terusan diajukan ke KPPN (untuk PNS Pusat). Biasanya kalau ada pegawai yang meninggal, pembuat daftar gaji langsung membuat gaji terusan di bulan berikutnya.

      Delete
  15. tanya pak...
    nenek saya janda pns dan bulan lalu meninggal dunia, apa saja hak ahli warisnya?

    ReplyDelete
  16. mohon info, saudara saya anggota polisi dengan masa kerja 12 tahun, mempunyai istri dan anak. meninggal karena sakit. apakah polisi ada uang pensiun untuk istri dan anaknya? mhn inifo. trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ada juga. selain pensiun juga dapat yang lainnya, baca di :http://www.gajibaru.com/2015/12/tht-jkk-jkm-pensiun-tni-polri-pns-kemhan-polri.html

      Delete

Mohon masukan dan sarannya. Apabila ada yang tidak benar atau tidak sesuai dengan yang sebenarnya, mohon untuk diluruskan. Terima kasih atas kunjungannya. Like facebook saya untuk mendapatkan info-info terbaru. Terima Kasih