Gaji PNS Tiap Daerah Beda-beda di Tahun 2016?

Konsekuensi dari Undang-undang ASN salah satunya adalah berubahnya sistem penggajian yang selama ini sudah berjalan cukup lama. Berita tentang berubahnya sistem penggajian ini sudah lama berhembus dan saya yakin semua pegawai negeri sudah mendengar kabarnya. Saya yakin juga bahwa semua pegawai negeri juga sudah tahu bahwa nantinya komponen penghasilan Aparatur Sipil Negara (ASN) terdiri dari gaji pokok, tunjangan kinerja, dan tunjangan kemahalan.


Gaji pokok merupakan komponen penghasilan ASN yang besarnya sama dalam pangkat, golongan, dan masa kerja yang sama tanpa memandang daerah/tempat di mana ASN tersebut bekerja. ASN dengan pangkat, golongan, dan masa kerja yang sama, di manapun dia bekerja, di Jakarta, Papua, Maluku, Aceh, Jawa, di manapun, gaji pokoknya sama. Tidak ada perbedaan.

Sedangkan tunjangan kinerja dan tunjangan kemahalan nilainya akan berbeda-beda tergantung di mana ASN tersebut bekerja dan di instansi mana ASN tersebut ditempatkan. Nantinya, akan dibuat cluster cluster untuk masalah ini dan cluster-cluster tersebut disusun berdasarkan rayon yang pertimbangannya di antaranya adalah Pendapatan Asli Daerah tersebut, tingkat kemahalan, dan jumlah penduduk.

RPP sistem penggajian tersebut merupakan salah satu RPP program prioritas presiden di tahun 2015. RPP yang masuk dalam program prioritas dapat anda baca di Keppres Nomor 9 Tahun 2015. Jika RPP ini sudah bisa diselesaikan paling akhir Desember 2015, maka bisa jadi sistem penggajian yang baru ini mulai diterapkan di Januari 2016. Tetapi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi juga pernah mengatakan bahwa sistem penggajian ini kemungkinan akan mulai dijalankan di tahun 2017. Jadi, kesimpulannya, mau 2016 atau 2017, semuanya tergantung finalisasi dari RPP ini.

Sistem penggajian yang baru ini bukan tanpa risiko. Risiko inilah yang sampai sekarang masih dibahas oleh Kementerian/lembaga terkait. Sebagaimana kita ketahui, dengan adanya sistem penggajian yang baru ini, nantinya penghasilan dari ASN akan meningkat. Meningkatnya penghasilan ini sudah pasti akan mempengaruhi APBN dan APBD. Untuk daerah dengan APBD yan besar seperti DKI Jakarta mungkin tidak ada masalah. Tetapi untuk daerah lain yang PADnya kecil, bisa jadi masalah dengan kenaikan penghasilan dengan adanya RPP penggajian yang baru.

Selain pertimbangan masalah APBD, besarnya gaji yang berbeda-beda di tiap daerah juga akan meningkatkan kemungkinan permintaan pegawai yang pindah. Kemungkinan banyaknya PNS daerah dengan penghasilan kecil yang mengajukan pindah ke daerah lain yang penghasilannya lebih besar harus diantisipasi agar daerah yang ditinggal tidak kekurangan pegawai. Sudah manusiawi jika seorang ASN ingin mendapatkan penghasilan yang lebih besar.

Selain masalah penggajian, kabar gembira lagi untuk PNS adalah wacana adanya jaminan kerja, jaminan kecelakaan, dan jaminan kematian bagi ASN. Ketiga jaminan sosial tersebut terkait dengan adanya Undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (JSN). Dengan adanya UU JSN, seluruh warga Indonesia berhak untuk mendapatkan jaminan sosial, di samping yang sekarang sudah diterima berupa jaminan kesehatan (BPJS).

Terlepas dari semua itu, apakah dengan adanya sistem penggajian yang baru penghasilan akan naik, atau adanya jaminan sosial bagi para ASN, atau kabar baik lainnya, hal yang terpenting adalah agar kita sebagai ASN senantiasa meningkatkan kinerja kita dan bekerja diniatkan untuk ibadah. Jika kinerja kita bagus, insyaalloh rejeki kita akan mengikuti dan bertambah keberkahannya. Selamat bekerja semuanya....

11 Responses to "Gaji PNS Tiap Daerah Beda-beda di Tahun 2016?"

  1. besaran gaji pns tiap daerah berbeda? apa ini tidak akan menimbulkan diskriminasi nantinya, tapi masuk akal juga karena biaya hidup tiap daerah berbeda-beda, liat saja sekarang gaji pegawai di papua lebih banyak dari pada gaji pns di indonesia tengah dan barat karena disana tu biaya hidup sangat mahal.
    Sebagai referensi mengenai berita seputar PNS,GURU dan CPNS silahkan kunjungi juga www.beritapns.com

    ReplyDelete
  2. Untuk saat ini sangat terasa ketidakadilan bagi PNSD di daerah dengan PAD kecil. Dengan beban kerja sama dan bisa jadi lebih berat akan menerima take home pay yang njomlang dengan daerah lain. Mungkin lebih baik apabila penghasilan tambahan hanya untuk daerah_daerah yang memang berbiaya hidup tinggi. Karena PAD yang lebih akan lebih baik untuk perbaikan fasilitas umum, semisal transportasi gratis, biaya pendidikan dan kesehatan gratis... yang niscaya akan dirasakan oleh semua rakyat setempat, dan otomatis PNSD ditempat tersebut akan ikut merasakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali pak. Daerah dengan PAD besar, PNSnya ikut menikmati juga layaknya DKI Jakarta

      Delete
  3. mudah mudahan pns daerah kesejahteraan lebih dipikirkan,seperti lauk pauk n remunerasi

    ReplyDelete
  4. mudah mudahan kesejahteraan daerah dipikirkan sepertilauk pauk dan remunerasi agar bisa meningkatkan kinerja tidak adakecemburuan sosial

    ReplyDelete
    Replies
    1. kementerian yang dapat remunerasi juga tidak semuanya enak, misalkan pegawai kemenkeu, yang harus sering dimutasi, pisah jauh dari keluarga. Jadi PNS daerah pun ada enak gak enaknya juga. gak enaknya gaji minim, tapi tetap dapat deket dengan keluarga.

      Delete
  5. Tni polri ASN pusat remunerasi....guru sertifikasi ASN daerah diskriminasi....kasian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tidak semuanya, banyak juga daerah yang sudah menggaji pegawainya lumayan

      Delete
  6. Jadi rasionalisasi pa gak.?

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum, kemungkinan tahun 2019, RPPnya belum selesai dibahas

      Delete

Mohon masukan dan sarannya. Apabila ada yang tidak benar atau tidak sesuai dengan yang sebenarnya, mohon untuk diluruskan. Terima kasih atas kunjungannya. Like facebook saya untuk mendapatkan info-info terbaru. Terima Kasih