Cari Artikel di Sini

Uang Duka Tewas Dan Uang Duka Wafat PNS

gajibaru.com - Sebagai pegawai negeri sipil (PNS) sudah selayaknya mengetahui hak dan kewajibannya terhadap negara. Salah satu hak dari pegawai negeri adalah uang duka tewas dan uang duka wafat. Di sini, sesuai dengan PP Nomor 70 Tahun 2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian Pegawai ASN, perlu dibedakan pengertian antara tewas dan wafat.
Baca Juga Hak Ahli Waris PNS Yang Meninggal Dunia
uang duka tewas

Uang Duka Tewas (UDT)

Uang Duka Tewas merupakan satu paket dengan Jaminan Kecelakaan Kerja lainnya sesuai PP 70/2015.

Uang Duka Tewas ini dibayarkan oleh PT Taspen bersamaan dengan komponen lain dari Jaminan Kecelakaan Kerja.

Uang duka tewas diberikan kepada ahli waris dari pegawai yang bersangkutan setelah ia meninggal dunia dan dinyatakan tewas oleh pejabat pembina kepegawaian.

Adapun urut-urutan ahli waris penerima uang duka tewas adalah:
  1. PNS/ASN yang tewas dan meninggalkan istri yang sah atau suami yang sah, ahli waris yang menerima adalah istri yang sah atau  suami yang sah;
  2. PNS/ASN yang tewas dan tidak meninggalkan istri yang sah atau suami yang sah, ahli waris yang menerima adalah Anak; atau
  3. PNS/ASN yang tewas dan tidak meninggalkan istri yang sah, suami yang sah atau Anak, ahli waris yang menerima adalah Orang Tua.

Pengertian Tewas

Seperti yang sudah saya katakan di atas, ada perbedaan pengertian antara tewas dan wafat. Menurut PP 70 Tahun 2015 yang menggantikan PP 12 Tahun 1981, pengertian tewas adalah:
  • Meninggal dunia dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya; atau
  • Meninggal dunia dalam keadaan yang ada hubungannya dengan dinas, sehingga kematian itu disamakan dengan meninggal dunia dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya; atau
  • Meninggal dunia karena perbuatan anasir yang tidak bertanggung jawab ataupun sebagai akibat tindakan terhadap anasir itu;

Penetapan tewas dilakukan oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan kriteria yang diatur dengan Peraturan Kepala BKN.
Penetapan Tewas silakan baca lebih lanjut Kriteria dan Prosedur Penetapan Tewas.
Sedangkan wafat adalah meninggalnya PNS di luar 3 poin kriteria di atas.

Besaran Uang Duka Tewas

Besaran Uang Duka Tewas bagi PNS/ASN yang meninggal dan dinyatakan tewas adalah sebesar 6 kali gaji terakhir, dan pembayarannya dilakukan dengan cara ahli waris mengajukan klaim ke PT Taspen bersamaan dengan Fasilitas Jaminan Kecelakaan Kerja lainnya.

Bagi PNS yang Tewas, Selain UDT Dapat Apa Lagi?

Uang Duka Tewas adalah salah satu manfaat dari Program Jaminan Kecelakaan Kerja. Seperti pernah saya tuliskan sebelumnya mengenai JKK dan JKM bagi ASN, bahwa manfaat JKK terdiri atas:
  • perawatan;
  • santunan; dan
  • tunjangan cacat.

Bagi PNS yang meninggal dan memenuhi kriteria tewas, maka kepada ahli waris tersebut diberikan santunan (manfaat JKK poin kedua) berupa:

1. Santunan Kematian Kerja

Bagi PNS atau PPPK yang dinyatakan tewas, maka ahli warisnya akan diberikan Santunan Kematian Kerja sebesar 60% x 80 x gaji terakhir PNS/PPPK sebelum meninggal. Gaji di sini adalah gaji pokok.

Atau jika ingin diringkas, Santuan Kematian Kerja = 48 x gaji pokok terakhir.

Nilai ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan pegawai yang wafat, yang hanya diberikan santunan sekaligus sebesar Rp15.000.000,-.

Urutan ahli waris yang berhak menerima santunan kematian kerja sama dengan urutan ahli waris yang berhak menerima UDT di atas.

2. Uang Duka Tewas

Ahli waris akan mendapatkan UDT seperti keterangan di atas.

3. Biaya Pemakaman

Biaya pemakaman diberikan kepada ahli waris PNS/PPPK yang tewas untuk menggantikan biaya atas:
  • peti jenazah dan perlengkapannya;
  • tanah pemakaman dan biaya di tempat pemakaman.

Biaya pemakaman diberikan sebesar Rp10.000.000,- dan dibayarkan satu kali. Berbeda dengan PNS/PPPK yang wafat, hanya mendapatkan biaya pemakaman sebesar Rp7.500.000,-.

Adapun urutan ahli waris yang berhak atas biaya pemakaman adalah:

  • Peserta yang tewas dan meninggalkan istri yang sah atau suami yang sah, ahli waris yang menerima adalah istri yang sah atau suami yang sah dari Peserta;
  • Peserta yang tewas dan tidak meninggalkan istri yang sah atau suami yang sah, ahli waris yang menerima adalah Anak;
  • Peserta yang tewas dan tidak meninggalkan istri yang sah, suami yang sah, atau Anak, ahli waris yang menerima adalah Orang Tua; atau
  • Peserta yang tewas tidak meninggalkan istri yang sah, suami yang sah, Anak, atau Orang Tua, ahli waris yang menerima adalah ahli waris lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

4. Bantuan Beasiswa

Bantuan Beasiswa diberikan kepada 1 orang anak saja dari PNS/PPPK yang tewas, dengan besaran sebagai berikut:
  • SD sederajat: Rp45.000.000,-;
  • SMP sederajat: Rp35.000.000,-;
  • SMA sederajat: Rp25.000.000,-;
  • Kuliah: Rp15.000.000,-.

Jika dibandingkan dengan PNS yang wafat, nilainya lebih besar karena beasiswa bagi PNS yang wafat hanya sebesar Rp15.000.000,- tanpa melihat tingkat pendidikan anak.

Bantuan Beasiswa diberikan dengan syarat anak tersebut:
  • masih sekolah/kuliah;
  • berusia paling tinggi 25 tahun;
  • belum pernah menikah; dan
  • belum bekerja.

Uang Duka Wafat (UDW)

Uang Duka Wafat dibayarkan kepada ahli waris dengan besaran 3 x gaji terakhir PNS/ASN yang meninggal. Sama dengan UDT, UDW juga dibayarkan oleh PT Taspen setelah ahli waris mengajukan klaim ke PT Taspen.

Uang Duka Wafat (UDW) diberikan satu paket bersamaan dengan Jaminan Kematian (JKM) lainnya sesuai PP 70/2015 yaitu santunan sekaligus, biaya pemakaman, dan bantuan beasiswa (beasiswa hanya diberikan bagi peserta yang kepesertaannya minimal sudah 3 tahun).

Demikian tadi Informasi Uang Duka Tewas dan Uang Duka Wafat berdasarkan peraturan terbaru yaitu PP 70/2015. Dengan adanya PP 70/2015 tersebut, UDW dan UDT tidak lagi dibayarkan oleh KPPN, tapi dibayarkan oleh PT Taspen satu paket dengan layanan JKK dan JKM bagi ASN.

23 Responses to "Uang Duka Tewas Dan Uang Duka Wafat PNS"

  1. Itu nanti ngurusnya gimana ya? apa yg tunjangan untuk anak langsung diberikan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uang Duka Tewas atau Uang Duka Wafat diajukan ke Taspen, satu paket dalam Jaminan Kecelakaan Kerja atau Jaminan Kematian

      Delete
    2. Kalo buat Pensiunan TNI kata nya dpt dr Hankam ya UDW nya...kira2 brp dpt nya...sma ke kantor apa harus urus2 nya.makasih

      Delete
    3. Baca di: http://www.gajibaru.com/2015/12/tht-jkk-jkm-pensiun-tni-polri-pns-kemhan-polri.html

      Delete
  2. untuk claim uang duka tewas dan beasiswa anak ke taspen, apakah hrs dgn lampiran SK Anumerta atau cukup dgn surat persetujuan prinsip dari BKN ? (Krn sblm SK Anumerta ada tahap pembuatan SK penetapan tewas), Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus ada SK Tewas dulu baru bisa mengajukan ke Taspen

      Delete
    2. min, untuk mendapatkan SK tewas atau wafat kita harus minta ke dinas ybs ?

      Delete
    3. wafat gak perlu sk wafat. Kalau tewas, harus menunggu sidang BKN, baru keluar SK

      Delete
  3. jaka pns tersebut belum menikah alias bujang dan meninggal dunia...apa kah gaji pensiunnya ttp jalan...dan sapa yg berhak menerima gaji pensiun tersebut

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau pensiunan bujang, setau saya tidak ada yang dapat pensiun. Tapi Jaminan Kematian bisa diberikan kepada orang tua.

      Kalau PNS Tewas, kalau tidak salah bisa dapat pensiun si orang tuanya.

      Delete
  4. Maaf mau Tanya,almarhum bapak saya pensiunan pertamina,sudah meninggal krn sakit setahun yg lalu,APA bisa di urus untuk Uang duka wafat nya.kalau bisa ke mana urusnya.mohon penjelasannya.terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk pensiunan pertamina saya kurang paham. Beliau mungkin bukan pensiunan PNS, tapi pensiunan BUMN ya.

      Delete
  5. jika ingin mengurus uang duka dari dinas pemakaman dan pertamanan syarat nya apa aja ya? karna dari taspen saya di minta ke dinas pemakaman danp pertamanan?
    mohon pencerahan nya terimaksih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kurang tahu uang duka dari dinas pertamanan. Silakan datang saja ke Dinas tersebut.

      Delete
  6. kedua orang tua saya sudah meninggal dan mereka adalah pns kopertis, ayah saya meninggal tahun 1997 sampai bulan lalu ibu saya masih mendapatkan uang pensiun ayah saya. bulan 2 kemarin ibu saya yg pns aktif jg meninggal, nah saya sebagai ahli waris tunggal.
    kira2 apa saja yg harus saya urus? kira2 saya harus memulai dari mana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Urus surat kematiannya. Datang ke Kopertis untuk koordinasi dengan Taspen, mengurus Hak-hak Anda.

      Hak-hak anda silakan baca di artikel ini: http://www.gajibaru.com/2016/05/hak-ahli-waris-pns-meninggal-dunia.html

      Saat datang ke Taspen, nanti akan dikasih form isian dan berkas-berkas yang harus dilengkapi.

      Mudah-mudahan membantu

      Delete
  7. Ayah saya almarhum pensiunan pns meninggalkan seorang istri pns masih aktif dan 2 orang anak. Pertanyaanya, Untuk form kppg buat askem itu diisi oleh siapa ya? Karena dibawahnya ada tanda tangan kepala instansi dan bendahara, instansi tempat alm ayah saya bekerja atau instansi ibu saya yg tanda tandan di form tersebut? Karena kata orang taspen yg saya temui pas minta info dan form tsb, disuruh diisi oleh ibu saya dan di ttd oleh pihak instansi ibu saya.

    ReplyDelete
  8. mau tanya min, bapak sy masih aktif bertugas di kepolisian. tapi bulan 2 2017 lalu meninggal krn sakit. untuk klaim uang duka nya caranya bagaimana? apakah menunggu pihak kepolisian atau sy yg kekantor asabri langsung?

    ReplyDelete
    Replies
    1. klaimnya bukan uang duka tapi jaminan kematian, datang ke asabri tanya apa saja yang harus dilengkapi untuk pengajuan jaminan kematian polri

      Delete
  9. Sy mo tnya, wktu bln mei 2017 ibu saya yg pensiunan pns wafat.wktu itu kami diberi santunan sebesar 3 juta.2 bulan sesudahnya kami dipanggil untuk menerima uang santunan yg sdh dicairkan tetapi yg kami terima hanya 1 jt dengan alasan waktu itu terjadi kesalahn org yg memberikan padahal saat proses pemakaman sdh diumumkan dan diserahkan langsung oleh perwakilan korpri sebesar 3 jt.dan alasan lain yg dikatakan dari bendahara bkd ktnya ada iuran yg harus dibyrkan sejak th 2013.dan yg paling mengherankan kami di suruh tandatangan dl setelah itu baru dikasitau jumlah yg kami terima yg tdk sesuai dengan yg seharusnya.yg sy ingin tnyakan 1.mengapa ada pemotongan lagi (iuran)semetara sewaktu aktif mmg sdh dipotong gajinya.
    2.apakah yg namanya santunan duka masih ada pemotongan lagi?
    Mohon penjelasannya.trma kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin itu santunan dari kantor, bukan uang resmi dari taspen bu

      Delete
  10. saya seorang pns dan yang meninggal adalah suami saya dia bukan pns apa kami juga menerima uang dari taspen ini ? dan apakah anak saya juga menerima beasiswa

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau yang meninggal bukan pns gak ada kaitannya sama taspen, kaitannya sama tempat ia bekerja, jadi bisa ditanyakan ke tempat suami ibu bekerja. dari taspen gak dapat apa apa. kecuali ibu (pns) yang meninggal baru suami dapat hak seprti di atas

      Delete

Mohon masukan dan sarannya. Apabila ada yang tidak benar atau tidak sesuai dengan yang sebenarnya, mohon untuk diluruskan. Terima kasih atas kunjungannya. Like facebook saya untuk mendapatkan info-info terbaru. Terima Kasih