TUNJANGAN ISTRI/SUAMI DAN TUNJANGAN ANAK

TUNJANGAN ISTRI/SUAMI

Jika seorang pegawai negeri telah menikah secara sah, maka pegawai negeri yang bersangkutan berhak untuk mendapatkan tunjangan istri/suami.

Besarnya tunjangan suami/istri adalah 10% dari gaji pokok dan diberikan hanya kepada 1 istri/suami yang sah. Jadi, seandainya seorang pegawai negeri mempunyai lebih dari 1 istri, maka hanya dapat dibayarkan 1 tunjangan istri sebesar 10%.
Untuk memperoleh tunjangan istri, pegawai yang bersangkutan harus membuktikannya dengan surat nikah/akta nikah dari Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil.

Selanjutnya surat/akta nikah tersebut diserahkan kepada Urusan Kepegawaian kantor pegawai yang bersangkutan untuk dibuatkan KP4. Selanjutnya KP4 ini diberikan kepada pembuat daftar gaji/PPABP agar gaji pegawai yang bersangkutan disesuaikan dengan status pernikahannya.

Jika suami/istri sama-sama pegawai negeri, maka tunjangan istri/suami hanya diberikan kepada salah satunya, tidak bisa diberikan kepada kedua-duanya.

Sebagai contoh, Si A, laki-laki, menikah dengan si B. Dua-duanya pegawai negeri. Maka jika si A sudah mendapatkan tunjangan istri, si B sudah tidak diperbolehkan lagi mendapatkan tunjangan suami. Dan sebaliknya.

Akan tetapi jika ternyata gaji pokok B lebih besar daripada gaji pokok A, tunjangan istri yang diterima oleh si A bisa dihapuskan, lalu dipindahkan ke si B, menjadi tunjangan suami, supaya tunjangan yang diterima lebih besar.

Tunjangan Istri/Suami tidak diberikan lagi jika pegawai negeri yang bersangkutan bercerai atau istri/suaminya meninggal dunia. Tunjangan istri/suami tersebut diberhentikan bulan berikutnya setelah terjadi perceraian atau si istri/suami meninggal dunia.

TUNJANGAN ANAK

Pengertian anak di sini adalah anak kandung, anak tiri, dan anak angkat. Jika pegawai negeri mempunyai anak kandung, anak tiri, dan/atau anak angkat, pegawai ybs dapat mengajukan tunjangan anak.

Tunjangan anak besarnya 2% dari gaji pokok untuk masing-masing anak, maksimal 2 anak. Kecuali pegawai yang pada tanggal 1 Maret 1994 telah memperoleh tunjangan anak untuk lebih dari 2 anak, maka tetap diberikan sejumlah anak pada tanggal tersebut. Jika setelah 1 Maret 1994 si anak dewasa, kawin, atau meninggal maka hanya diberikan maksimal kepada 2 anak.

Syarat Menerima Tunjangan Anak

Ketentuan anak untuk bisa diberikan tunjangan anak adalah:
1. Belum melampaui batas usia 21 tahun. Atau dapat diperpanjang sampai usia 25 tahun apabila anak tersebut masih bersekolah dengan syarat:
  • menunjukan surat pernyataan dari kepala sekolah/kursus/perguruan tinggi bahwa anak tersebut masih sekolah/kursus/kuliah
  • masa pelajaran pada sekolah/kursus/kuliah tersebut sekurang-kurangnya 1 tahun
  • Tidak menerima beasiswa
2. Tidak atau belum pernah menikah
3. Tidak mempunyai penghasilan sendiri
4. Nyata menjadi tanggungan pegawai negeri yang bersangkutan

Untuk memperoleh tunjangan anak harus dibuktikan dengan:
  1. Surat Keterangan Kelahiran Anak dari pejabat yang berwenang pada Kantor Catatan Sipil/lurah/camat setempat
  2. Surat Keputusan Pengadilan yang memutuskan/mensahkan perceraian dimana anak menjadi tanggungan penuh janda/duda untuk tunjangan anak tiri bagi janda/duda yang bercerai
  3. Surat Keterangan dari lurah/camat bahwa anak-anak tersebut adalah perlu tanggungan si janda/duda untuk tunjangan anak tiri bagi janda/duda yang suami/isterinya meninggal dunia
  4. Surat Keputusan Pengadilan Negeri tentang pengangkatan anak (hukum adopsi) untuk tunjangan anak bagi anak angkat (apabila pegawai mengangkat anak lebih dari 1 anak angkat, maka pembayaran tunjangan anak untuk anak angkat maksimal 1 anak). 

Untuk tunjangan anak tiri/anak angkat dibayarkan mulai bulan diterimanya surat kelahiran oleh satuan kerja/pejabat administrasi belanja pegawai (pembayaran tunjangan anak tiri/anak angkat tidak berlaku surut) dengan syarat:
  1. ayah yang sebenarnya dari anak tersebut telah meninggal dunia yang harus dibuktikan dengan surat keterangan dari pamong praja (serendah-rendahnya camat)
  2. ayah yang sebenarnya dari anak tersebut bukan pegawai negeri dan tunjangan anak untuk anak-anak itu diberikan kepada ayahnya yang harus dibuktikan dengan surat keterangan dari kantor tempat ayahnya bekerja.
  3. anak tersebut tidak lagi menjadi tanggungan ayahnya yang dibuktikan dengan surat keputusan dari pengadilan negeri bahwa anak tersebut telah diserahkan sepenuhnya kepada ibu dari anak tersebut dan disahkan oleh pamong praja (serendah-rendahnya camat) 

Tunjangan anak diberhentikan bulan berikutnya setelah tidak memenuhi ketentuan pemberian tunjangan anak atau meninggal dunia. Pegawai wajib melaporkan bahwa anak yang masuk dalam tanggungan pegawai tersebut telah tidak memenuhi ketentuan pemberian tunjangan anak atau meninggal dunia.

50 Responses to "TUNJANGAN ISTRI/SUAMI DAN TUNJANGAN ANAK"

  1. Mohon di cantumkan sumber dasar aturan berkenaan dengan aturan pembayaran tunjangan keluarga diatas min..

    ReplyDelete
    Replies
    1. PP Nomor 7 Tahun 1977 Pak beserta peraturan perubahannya

      Delete
    2. berdasarkan pPP Nomor 7 Tahun 1977 Pak beserta peraturan perubahannya saya telah cek, tetapi tidak ada yang mengaitkan ketentuan yng lebih mendetail. megenai besaran dan aturan hak dan kewajiban. bisa kah kami dapat aturan yang lain. tolong di email ke rajamangatur324@gmail.com ya bu yang lebih rinci. tks

      Delete
    3. Di PP 3/1992 disebutkan detailnya pak, bahwa Tunjangan istri/suami 10% dan tunjangan anak 2%.

      Untuk usia anak bisa dilihat di SE BAKN 19/SE/1980.

      Delete
  2. Kalo pasangan suami Istri pns- pegawai bumn apakah pegawai bunn tsb dapat mendapat tunjangan?

    ReplyDelete
  3. Kalo pasangan pns-bumd aturan tunjangannya bagaimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. pns dan bumd punya aturan yang beda. Jika pns tersebut mau memasukkan tunjangan suami/istri silakan saja. untuk bmud bisa tanya keuangannnya apakah bisa dapat tunjangan suami/istri atau tidak

      Delete
  4. Jika anak PNS telah bekerja padahal usianya belum 21 tahun dan tidak dalam masa kuliah apakah ia ttap mendapatkan tunjangan anak smpai batas usia 21 tahun?? Trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika sudah bekerja sendiri, tidak menjadi tanggungan pegawai yang bersangkutan, meskipun usia belum 21, seharusnya tidak mendapatkan tunjangan anak bu

      Delete
  5. mau tanya kalau si anak sudah berumur 23 tahun lalu masih kuliah tapi si anak sudah punya penghasilan sendiri apa masih bisa mendapatkan tunjangan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau sudah punya penghasilan maka tidak diberikan lagi. yang diberikan adalah yang nyata-nyata masih menjadi tanggungan

      Delete
  6. Kalau anak di bawah 21 thn... blm menikah tapi sdh punya anak atau hamil dluar nikah...apakah masih dtanggung?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah pertanyaan bagus banget bu. Sayangnya saya belum bisa jawab. Bagi yang punya jawaban silakan dishare

      Delete
  7. Ketika pensiunan menikahi janda yang bukan pns dan janda tersebut telah mempunyai anak yang belum mencpai usia 21 th bisakah anak itu di tunjang di pensiun bapak tirinya yang sebagai pensiunan??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa, silakan laporkan anak tiri Bapak ke PT Taspen agar dimasukkan tunjangan anak

      Delete
  8. Jika duda menikah dengan istri yang sudah punya anak dan duda enggan mengurus tunjangan istrinya karena duda tsb masih mendapat tunjangan dari istrinya terdahulu yang sudah meninggal dengan alasan buat pendidikan anak padahal tunjangan istri terdahulu bida dilimpahkan kepada anakah? Dan bagai mana nasib si anak tiri? Si janda yang dinikahi duda selama sudah berjalan 2tahun lebih terus meminta status.. yang menjadi masalah apakah ini termasuk wajar apa tidak jika siistri sering meminta kejelasan setengah marah kepada suaminya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saat istri pertama si duda meninggal, maka duda tersebut mendapatkan pensiun duda. Selanjutnya, saat dia menikah lagi, seharusnya dia melapor ke taspen, dan pensiun dudanya tidak diberikan lagi karena dia menikah.

      Setelah itu, si duda wajib melaporkan pernikahannya ke kantor, untuk dibuatkan KP4 dan masukkan anak tirinya agar mendapatkan tunjangan anak.

      Jika nikahnya resmi, bukan nikah sirri, istri lapor saja ke kepala kantor tempat duda tersebut bekerja agar permasalahannya dapat diselesaikan

      Delete
  9. didalam PP 7 Tahun 1977 dan aturan perubahannya, tidak ada klausul yang secara eksplisit menerangkan bahwa isteri pertama dan kedua dengan status sama-sama sbg isteri sah mana yang berhak mendapatkan tunjangan isteri...? apakah dua-duanya atau salah satunya...mohon pencerahan dasar hukumnya...
    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk dasar hukum yang menyebut cuma satu istri secara eksplisit memang belum saya temukan, tapi dari KPPN yang menjelaskan begitu. Dan di PP juga cuma disebutkan tunjangan istri 10% saja, tidak disebutkan berpa istrinya. Jadi yah yang diberikan cuma 10%.

      Tunjangan istri dibayarkan menyatu dengan gaji bulanan pegawai, jadi yang menerima tunjangan ya pegawai yang bersangkutan, urusan mau diberikan kepada istri yang mana, itu tinggal pegawai yang bersangkutan, karena ia yang wajib memberikan nafkah kepada istri istrinya, dan harus adil

      Delete
  10. jika anak tersebut sudah berusia 25 tahun tetapi masih kuliah apa masih tetap menerima tunjangan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau usia 25 masih dikasih, tapi kalau lewat 25 tidak diberikan lagi

      Delete
  11. Apakah anak angkat yang masih memiliki hubungan darah dengan orang tua angkat misalnya anak kakak kandung diangkat oleh adiknya atau seseorang mengadopsi anak sepupunya dan ingin memasukkan dalam daftar gaji bisa mendapatkan tunjangan anak angkat dengan menunjukkan SK dari pengadilan? beredar kabar ada peraturan pemerintah yang baru tahun 2016 bahwa anak tersebut walaupun sudah ada SK pengadilan tidak bisa mendapatkan tunjangan. jika benar mohon pemberitahuannya pp yang mana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa saja bu, sesuai persyaratan di atas

      Delete
  12. Apakah anak yang sudah berusia 22 tahun dan baru saja lulus kuliah tetapi belum bekerja masih dapat mendapat tunjangan anak? mohon penjelasannya, terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau sudah lulus kuliah tidak dapat lagi tunjangan anak bu

      Delete
  13. kalau suami dinas di polri,istri PNS kemenag.tunjangan suami&anak2 masuk ke gaji istri karna golongannya lebih tinggi.yang mau saya tanyakan apabila suami meninggal lebih dulu apakah istri&anak tidak mendapat gaji pensiun dari suami?
    mohon infonya

    ReplyDelete
  14. pekerjaan suami POLRI,pekerjaan istri PNS kemenag.tunjangan suami&anak masuk ke gaji istri karena golongan istri lebih tinggi.jika suami meninggal duluan apakah istri&anak tidak mendapat gaji pensiun?mohon infonya

    ReplyDelete
  15. untuk tunjangan janda dengan anak empat,anak pertama dan kedua kuliah ,anak ke tiga 11 thn dan anak ke empat 5 tahun, yang termasuk tunjangan anak yang mana pak? anak kesatu dan kedua atau anak ketiga dan keempat??
    mohon infonya pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semuanya bisa dimasukkan pak, tapi tetap maksimal 2 anak. Anak pertama kedua, meskipun sudah kuliah, bisa dimasukkan, asal umur belum 25 tahun dan melampirkan surat keterangan masih kuliah ke bagian keuangan.

      Delete
  16. Kalau suami istri PNS tetapi istri adalah istri kedua, apakah tunjangan anak kandung mereka bisa dimasukkan ke gaji istri? mohon infonya terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru PNS yang menjadi istri kedua, kalau ketahuan, akan dipecat dari PNS

      Delete
  17. Selamat siang. Saya mau nanya kl PNS ngisi form KP4 kan utk mendapatkan tunjangan istri/suami dan anak. Kl jaminan kesehatan udah termasuk di tunjangan itu apa blm yah?makasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iuran Wajib PNS besarnya 10% dari (Gaji pokok+tunj istr/suami+tunjangan anak). Dari 10% itu, 2% merupakan iuran jaminan kesehatan, 4,75% untuk Taspen, dan 3,25% untuk THT

      Delete
  18. Mau nanya...jika seorg janda pns 2 anak ( usia anak 11 dan 7 thn ) menikah dgn duda polri 1 anak ( usia anak 6 thn ) bagaimana aturan pemberian tunjangan anak..mohon penjelasan!!! Trims sblmnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang bisa dimasukkan cuma dua anak saja, yang umur 11 dan 7 tahun dulu, nanti kalau yang paling tua sudah 21 tahun atau 25 karena masih kuliah, tinggal diganti sama di bawahnya.

      Delete
  19. mau tanya pak,msalkan suami-istri pns.. dan suami telah menggal...apakh istri msh mendptkn pnsiunan suami? trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Istri berhak atas: Jaminan Kematian, Asuransi Kematian, Gaji Terusan, dan Pensiun. Kalau istri nikah lagi, pensiun dicabut.

      Delete
  20. Nompang nanya :
    Seorg laki2 PNS bercerai, tapi tdk melaporkan ke Pt.Taspen.
    Lima tahun kemudian si PNS tadi nikah lagi, dan dia mau memasukkan istri "baru"nya ke Daftar Gaji.
    Mohon penjelasan : kira2 apa yg hrs dilakukan, atau bagaimama prosedurnya.?
    Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Laporkan dulu surat cerai ke Kepegawaian, kembalikan tunjangan istri selama 5 tahun ke kas negara, bikin KP4 lagi di Kepegawaian baru masukkan istri yang baru

      Delete
  21. Untuk anak tiri, berapa orang yang bisa dapat tunjangan anak, satu atau dua orang?

    ReplyDelete
  22. Mw tanya nih..ada seorang kel yg suaminya bekerja di BUMN menginginkan mengadopsi/mengangkat anak adik iparnya yg ibu dari anak tersebut seorang PNS apa biasa? apa persyaratannya ya dan bagaimana caranya ... mksh sblmmya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa saja. Berarti tunjangan anak tersebut hilang dari daftar gaji PNS yang bersangkutan.

      Tinggal rubah KP4 saja setelah ada surat adopsi

      Delete
  23. adakah peraturan atau dasar hukum memasukkan anak tiri ke dalam daftar gaji supaya mendapatkan tunjangan anak tiri ?

    ReplyDelete
  24. Admin mau tanya. Sampai usia berapa anak mendapatkan tunjangan anak. Dan apa harus melaporkan diri ke PT Taspen. Mohon penjelasannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampai 21 tahun jika anak belum menikah, atau diperpanjang sampai 25 taun jika anak kuliah atau sekolah. Cukup lapor ke Kepegawaian dan pembuat daftar gaji dengan menyampaikan surat keterangan kuliah/sekolah jika masih kuliah/sekolah

      Delete
  25. Jika anak diluar kawin memiliki akta kelahiran yang sah tapi tahun akta kelahiran lebih dulu terbit dari surat nikah orangtuanya apakah bisa masuk tunjangan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok bisa yah. Dasar pembuatan Akta kelahiran kan KK. Dasar pembuatan KK kartu nikah. Kok bisa keluar akta dulu baru surat nikah.

      Tapi secara aturan sih harusnya dapat. Anak tiri dan anak angkat saja bisa dapat tunjangan anak. Apalagi anak kandung.

      Cuma, apakah aplikasi gaji bisa menerima kasus yang seperti ini, saya belum tahu

      Delete

Mohon masukan dan sarannya. Apabila ada yang tidak benar atau tidak sesuai dengan yang sebenarnya, mohon untuk diluruskan. Terima kasih atas kunjungannya. Like facebook saya untuk mendapatkan info-info terbaru. Terima Kasih